Entri Populer

Kamis, 21 April 2011

Enak Bukan Berarti Sehat

ENAK BUKAN BERARTI SEHAT

Sehat merupakan idaman bagi semua orang. Semua orang menginginkan memakan-makanan yang enak, tetapi dibalik makanan yang enak tersebut tersimpan berbagai dampak negative bagi kesehatan. Pemilihan makanan yang sehat selain penting bagi tubuh juga penting bagi yang mengolah makanan dalam keluarga. Justru makanan sehat bisa dihasilkan di rumah dibanding makanan matang yang di beli di luar rumah.Bagi yang hobby masak pasti rasa nikmat dari masakan yang dibuatnya adalah tujuan utama, apalagi kalau banyak yang mengakui masakannya enak. Keberhasilan dalam memasak kalau masakannya enak dan nikmat akan menimbulkan kepuasan.
Dengan semakin banyaknya penyakit-penyakit yang terus berkembang yang dialami manusia jaman sekarang, maka kita harus berhati-hati dalam menikmati masakan kuliner. Tujuan makan seharusnya bukan hanya untuk memperoleh enak dan nikmatnya saja tapi juga untuk memperoleh nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh sehingga tubuh menjadi sehat.
Zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh seperti protein, karbohidrat, vitamin dan lemak. Namun manusia sekarang lebih mementingkan rasa enak daripada manfaatnya seperti terlalu banyak mengkonsumsi daging yang tentunya mengandung lemak tanpa memikirkan dampak bagi kesehatannya.
Lemak membuat masakan menjadi lezat dan gurih, sayangnnya walaupun lemak itu gurih, zat makanan ini yang bisa merusak kesehatan. Ada berbagai jenis lemak, salah satunya yang paling enak adalah kolesterol, sayang nya kolesterol termasuk adalah lemak jahat. Menurut saya kolesterol yang dipandang paling merusak kesehatan (bisa mengendap di pembuluh darah) malah yang paling enak rasanya. Telur itu enak dan gurih karena kuningnya yang banyak mengandung kolesterol, daging ayam yang paling enak ya kulitnya. Hampir bisa dibilang kandungan kolesterol dalam makanan berbanding lurus dengan kelezatan masakan, semakin enak semakin banyak kolesterolnya.
Kolesterol dibutuhkan oleh tubuh tetapi dalam jumlah sedkit, kalau sudah berlebih dan tidak dibakar di dalam tubuh maka menjadi tidak sehat. Kolesterol darah yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan :

1. Penyumbatan pada pembuluh darah jantung yang dapat menimbulkan serangan jantung.
2. Penyumbatan pada pembuluh darah otak yang dapat menimbulkan serangan stroke.

Dengan mengetahui bahaya makanan yang berlebih dalam tubuh, kita harus bijak dalam memilih makanan atau masakan yang akan dibuat. Kolesterol terdapat dalam lemak hewan seperti jeroan, otak, sumsum, buntut, daging berlemak, kuning telur dan semua produk hewani seperti keju selain itu juga kolesterol juga terdapat pada seafood seperti udang, kepiting, cumi. Bayangkan saja sup buntut, rawon, sate padang, bakso, sate kambing dan yang lainnya semua makanan ini adalah makanan yang nikmat.
Bukan berarti kita harus menjauhi makanan yang enak tersebut, sekali-sekali menikmati makanan ini boleh-boleh saja asal tidak berlebih dan diiring dengan :
- Makan makanan yang banyak mengandung serat (sayur dan buah), serat akan mengikat lemak
- Minum minuman yang bisa melunturkan kolesterol seperti teh / teh hijau, air jeruk, susu kedelai
- Rutin berolah raga, sehingga lemak yang masuk kedalam tubuh langsung dibakar sehingga bisa menjaga kadar kolesterol dalam darah tetap normal.
Banyak masakan yang enak tapi sehat, seperti yang berbahan dasar nabati, daging ayam tanpa kulit dan ikan laut. Tidak selalu masakan yang sehat itu tidak nikmat, tergantung bagaimana mengolahnya, semakin pandai mengolahnya semakin nikmat rasanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar